Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peseta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah tidak luput dari suatu permasalahan yang sering dihadapi yaitu pada masalah kedisiplinan peserta didik. Berbagai macam sanksi dan hukuman seringkali diberikan agar peserta didik merasa jera dan tidak mengulangi kesalahannya lagi. Salah satu upaya yang dilakukan sekolah untuk mengatur kedisiplinan peserta didik yaitu dengan pemberlakuan poin pelanggaran. Dalam penelitian ini peneliti merumusakan masalah tentang bagaimana pengaruh penerapan poin pelanggaran terhadap kedisiplinan siswa dalam pembelajaran di MTs Muhammadiyah 20 Menongo Lamongan. Pada peneltian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan atau pengaruh antara dua variabel dengan menggunakan rumus statistik untuk memperoleh data mengenai poin pelanggaran terhadap kedisiplinan siswa yang hasilnya diperoleh dari penyebaran angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan rumus Chi Kuadrat. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh penerapan poin pelanggaran terhadap kedisiplinan siswa dalam pembelajaran di MTs Muhammadiyah 20 Menongo Lamongan. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis data. Berdasarkan hasil penelitian ternyata hasil Chi Kuadrat hitung lebih kecil dari hasil Chi Kuadrat tabel baik pada taraf signifikan 1% maupun pada taraf signifikan 5%. Dimana nilai Chi Kuadrat hitung adalah 1,608 sedangkan hasil Chi Kuadrat tabel, pada taraf signifikan 1% adalah 9,210 dan pada taraf signifikan 5% adalah 5,991. Dengan demikian bahwa hasil Chi Kuadrat hitung 1,608 lebih kecil dari hasil Chi Kuadrat tabel pada taraf signifikan 1% adalah 9,210 maupun 5% adalah 5,991.
Copyrights © 2024