Studi ini melihat bagaimana Plaza Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia (PERSERO) menggunakan manajemen krisis untuk menangani dua insiden penting, kekerasan terhadap hewan dan pelecehan seksual. Penelitian ini menunjukkan kesulitan dan peluang yang dihadapi organisasi dalam mengelola reputasi mereka di era internet dengan fokus pada penggunaan media sosial sebagai alat penyebaran informasi. Penelitian ini menemukan bahwa transparansi, respons cepat, dan pemantauan media sosial adalah komponen penting dalam manajemen krisis. Kasus di KRL menunjukkan masalah keselamatan penumpang, terutama perempuan, sedangkan insiden di Plaza Indonesia menunjukkan pentingnya etika dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menekankan bahwa organisasi harus membuat metode komunikasi yang efektif untuk membangun kembali kepercayaan publik dan mempertahankan citra mereka setelah krisis. Organisasi dapat lebih siap untuk menghadapi tantangan komunikasi yang rumit di masa depan dengan memahami dinamika media sosial.
Copyrights © 2025