The Indonesian Journal of General Medicine
Vol. 14 No. 3 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine

Apa Dampak Pemeriksaan Patologis Mikroskopis pada Prognosis Kanker? : Tinjauan Sistematis

Fidi Kusuma (Unknown)
Rosita (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Jul 2025

Abstract

Pendahuluan: Kanker merupakan penyebab utama kematian secara global, dengan prognosis yang sangat bervariasi bergantung pada karakteristik biologis dan patologis tumor. Pemeriksaan patologis mikroskopis berperan sentral dalam menentukan prognosis kanker, memberikan informasi mendetail mengenai fitur tumor seperti invasi limfovaskular, margin bedah positif, dan metastasis nodal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak komprehensif pemeriksaan patologis mikroskopis terhadap prognosis kanker, berfokus pada fitur tradisional dan biomarker baru. Metode: Tinjauan sistematis ini mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) 2020 untuk memastikan ketelitian metodologis. Strategi pencarian menggunakan kata kunci berdasarkan PICO (Population: Cancer Patients, Intervention: Microscopic Pathology, Comparison: Traditional Markers, Outcome: Cancer Prognosis) pada basis data seperti PubMed, Semantic Scholar, Springer, dan Google Scholar. Sebanyak 40 studi memenuhi kriteria inklusi setelah penyaringan dan penilaian kualitas. Hasil: Studi-studi yang disertakan mencakup berbagai jenis kanker padat, dengan kanker prostat menjadi yang paling sering diteliti. Fitur patologis tradisional seperti invasi limfovaskular, margin bedah positif, dan metastasis nodus limfa secara konsisten berhubungan dengan prognosis yang buruk. Rasio hazard untuk luaran yang merugikan berkisar antara 1,37 hingga 6,94. Biomarker baru seperti Imunoscore dan patologi digital berbasis kecerdasan buatan menunjukkan potensi untuk menyempurnakan stratifikasi risiko. Diskusi: Pemeriksaan patologis mikroskopis, baik tradisional maupun inovatif, sangat penting dalam prognostikasi kanker pada tumor padat. Fitur tradisional secara konsisten dikaitkan dengan luaran yang merugikan , sementara biomarker baru dan alat patologi digital dapat menyempurnakan model prognostik, meskipun nilai tambahnya bervariasi tergantung konteks. Tantangan utama meliputi standarisasi metodologi dan integrasi penanda baru ke dalam praktik klinis. Kesimpulan: Fitur patologis mikroskopis adalah inti dari prognostikasi kanker pada tumor padat, dengan penanda tradisional yang secara konsisten memprediksi luaran yang merugikan dan biomarker baru yang berpotensi menyempurnakan model prognostik. Integrasi temuan patologis ini ke dalam sistem penentuan stadium dan pengambilan keputusan klinis sangat memperkuat peran sentral mereka dalam memprediksi luaran kanker.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

ijgm

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health Veterinary

Description

ims: The Indonesian Journal of General Medicine aims to advance the field of medicine by disseminating high-quality research findings that are accessible to a broad audience of healthcare professionals, researchers, and policymakers. The journal is committed to supporting the development of medical ...