Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh level pupuk organik cair TOP G2 terhadap daya cerna bahan kering dan bahan organik in vitro rumput gajah mini (Pennisetum purupreum cv. Mott) pada panen kedua. Penelitian dilaksanakan di Kebun Bela Rasa Pengembangan Sosial Ekonomi/ Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadya (PSE/P4S) Keuskupan Agung Ende yang terletak di Jl. Udayana, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende. Penelitian berlangsung selama 45 hari pasca panen pertama sejak 20 Mei sampai dengan 4 Juli 2023. Metode penelitian adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu M0: tanpa perlakuan (kontrol), M1: 10 ml pupuk organik cair TOP G2/ 1 liter air, M2: 20 ml pupuk organik cair TOP G2/ 1 liter air, M3: 30 ml pupuk organik cair TOP G2/ 1 liter air. Variabel yang diukur adalah daya cerna bahan kering dan bahan organik in vitro. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap daya cerna bahan kering dan bahan organik in vitro rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada panen kedua. Simpulan bahwa level pupuk organik cair TOP G2 memberikan pengaruh relatif sama terhadap daya cerna bahan kering dan bahan organik in vitro rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada panen kedua. Kata kunci: Daya Cerna Bahan Kering In Vitro, Daya Cerna Bahan Organik In Vitro, Pupuk Organik Cair TOP G2, Rumput Gajah Mini
Copyrights © 2025