Tahu merupakan produk makanan berbentuk padatan lunak terbuat dari pengolahan kedelai Glycine sp melalui proses pengendapan protein dengan penambahan atau tanpa penambahan bahan lain yang diizinkan, modifikasi pada makanan tradisional sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai jual dan manfaat, salah satu produk tradisional adalah tahu. Setelah mencari beragam literatur, modifikasi pada produk tahu sudah pernah dilakukan di Korea dan telah dipublikasikan melalui The Korean Society of Food Sciece and Nutrition dengan judul Physicochemical and Consumer Acceptance of Tofu Supplemented with Licorice Powder. Berdasarkan jurnal tersebut menginspirasi untuk melakukan penelitian terhadap penambahan bayam terhadap tahu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Data yang dihasilkan dari analisa organoleptik yang meliputi aroma, rasa, warna dan tekstur. Dari data yang dihasilkan melalui uji organoleptik bahwa tahu bayam dengan perlakuan A1 dengan penambahan bubur bayam 5% merupakan perlakuan terbaik terutama pada parameter tekstur, dari segi parameter aroma merupakan atribut mutu yang paling disukai panelis. Dari data yang dihasilkan pada analisa kandungan zat besi pada perlakuan A2 dengan penambahan bubur bayam 25% memiliki kandungan zat besi tertinggi sedangkan perlakuan A1 dengan penambahan bubur bayam 5% memiliki kandungan zat besi terendah.
Copyrights © 2025