Penguatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan strategi utama dalam meningkatkan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan primer, khususnya di wilayah terpencil seperti Puskesmas Mehalaan, Kabupaten Mamasa. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi perawat dalam aspek teknis pelayanan, komunikasi terapeutik, dan dokumentasi asuhan keperawatan berbasis praktik. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan intensif berbasis simulasi, role-play, serta pendampingan lapangan selama empat minggu. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta wawancara semi-terstruktur untuk menilai perubahan kognitif dan perilaku. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata kompetensi perawat sebesar 23% setelah pelatihan. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan dalam kualitas dokumentasi pelayanan, komunikasi dengan pasien, dan pemahaman SOP pelayanan dasar. Wawancara menunjukkan bahwa pendampingan langsung sangat membantu perawat dalam mengimplementasikan keterampilan secara konsisten dalam praktik harian. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis praktik dan pendampingan lapangan efektif dalam meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri perawat. Dapat disimpulkan bahwa program pelatihan dan pendampingan ini layak dijadikan model pembinaan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mehalaan, serta dapat direplikasi di puskesmas lain dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2025