Resistensi obat dalam pengobatan penyakit infeksi seperti demam tifoid menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pada saat ini. Keterediaan bahan alam yang melimpah yang diketahui berpotensi sebagai antibakteri serta perkembangan teknologi berperan penting dalam penemuan berbagai jenis alternatif antibiotik yang dapat digunakan untuk mengatasi penanganan penyakit. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kemampuan ekstrak biji mangga untuk menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Jenis penelitian ini yaitu true experiment dengan rancangan posttest only control group design. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKES Guna Bangsa Yogyakarta pada Juli-Oktober 2023. Metode difusi digunakan untuk menguji aktivitas antibakteri berbagai konsentrasi ekstral biji mangga (20%,40%, 60%, 80%, dan 100%). Kloramfenikol digunakan sebagai kontrol positif terhadap zona hambat Salmonella typhi. Zona hambat pertumbuhan Salmonella typhi pada media Muller Hinton pada konsentrasi 40% (6 mm), 60% (6 mm), 80% (7 mm), dan 100% (8 mm) dengan kekuatan daya hambat pada kategori sedang. Pengujian kontrol positif menggunakan klorampenikol 30 μg menunjukkan adanya zona hambat sebesar 14 mm dengan kekuatan daya hambat pada kategori kuat, sedangkan kontrol negatif menggunakan akuades tidak terdapat adanya zona hambat pertumbuhan bakteri.
Copyrights © 2025