Pulau Penyengat, sebuah destinasi bersejarah di Kepulauan Riau, memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata Islami unggulan di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis strategi branding yang dapat diterapkan guna memperkuat identitas Pulau Penyengat sebagai destinasi pariwisata halal yang menarik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini memanfaatkan data primer melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan, serta data sekunder dari literatur yang relevan. Penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen kunci dalam branding, termasuk penguatan nilai-nilai budaya dan religius, pengembangan fasilitas pendukung berbasis halal, serta optimalisasi promosi digital. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya infrastruktur yang memadai, keterbatasan sumber daya manusia, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap potensi pariwisata halal. Namun, peluang besar tetap terbuka melalui kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan sangat penting dalam menciptakan Pulau Penyengat sebagai destinasi unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip pariwisata halal.
Copyrights © 2024