Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pemerataan Guru Pendamping Khusus (GPK) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) oleh Unit Laayanan Disabilitas (ULD) Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori implementasi Edward III sebagai kerangka analisis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap pemangku kepentingan seperti kepala ULD, GPK, dan Wakil Kepala Sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ULD telah melakukan supaya sistematis dalam rekrutmen, pelatihan, dan distribusi GPK, implementasi belum berjalan optimal. Rasio GPK : ABK masih jauh dari standar ideal, dan pelaksanaan kebijakan dihadapkan pada kendala seperti keterbatasan anggaran, kurangnya kewenangan struktural ULD, serta minimnya keterlibatan orang tua dan guru reguler. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan pendidikan inklusi yang efektif dan merata.
Copyrights © 2025