Film remake Catatan Si Boy banyak menuai komentar negatif dalam konten trailer di media sosial karena tokoh Boy dianggap terlalu feminin dan jauh dari tokoh Boy di film orisinilnya yang maskulin. Penelitian ini memperlihatkan perbandingan antara maskulinitas pada film orisinil dan transformasinya pada film remake tanpa mengurangi esensi dan pesan utama dalam film. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi menggunakan teori maskulinitas Connell (2005). Sumber data utama atau data primer adalah dari film Catatan Si Boy (1987) dan film Catatan Si Boy (2023). Adapun data sekunder didapatkan dari buku dan jurnal pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model struktur gender yang diaplikasikan pada film Catatan Si Boy (1987) adalah cathexis dan hegemoni maskulinitas. Film versi orisinil tersebut menganut maskulinitas tradisional, sedangkan maskulinitas yang dikonstruksikan dalam Catatan Si Boy (2023) adalah maskulinitas modern. Pergeseran ini mendekonstruksi ideologi maskulinitas yang ada di Indonesia.
Copyrights © 2025