Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang serius, ditandai dengan hipertensi dan proteinuria, yang dapat menyebabkan komplikasi berat bagi ibu dan janin. Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara dengan Angka Kematian Ibu (AKI) yang tinggi, yakni 173:100.000 kelahiran. Salah satu indikasi dilakukannya persalinan sectio caesaria emergency adalah preklampsi berat (PEB).Seorang wanita usia 24 tahun G1P0A0 dengan usia kehamilan 31+6 minggu datang ke IGD RS Dr. Moewardi kehamilan tunggal hidup intra uteri (THIU), ketuban pecah dini (KPD), letak lintang (kepala di kanan punggung di atas), preeklamsia berat (PEB) suspek sindroma nefrotik, asites permagna, oedeme vulva, hipoalbumin, insufisiensi renal, Intra Uterine Growth Restriction (IUGR), imbalance elektrolit, dan dislipidemia direncanakan untuk seksio sesarea emergensi dengan Regional Anesthesia Subarachnoid Block (RASAB) digunakan sebagai anestesi dengan obat anestesi berupa kombinasi lidodex 1 amp dan fentanyl 25 mcg.Persalinan dengan seksio sesarea banyak menggunakan anestesi regional dikarenakan prosesnya yang cepat, nyaman selama operasi, dan memiliki dampak yang lebih minimal terhadap fluktuasi hemodinamik. Kombinasi lidokain 5% dengan fentanyl dapat digunakan dalam anestesi regional untuk tindakan seksio sesarea.Prosedur anestesi seksio sesarea emergensi pada pasien dilakukan dengan Regional Anesthesia Subarachnoid Block (RASAB) kombinasi lidodex dan fentanyl. Kombinasi lidokain 5% dengan fentanyl merupakan pilihan anestesi regional yang efektif dan aman untuk tindakan seksio sesarea.
Copyrights © 2025