Latar Belakang: Tsunami Palu 2018 menyebabkan peningkatan tajam tindakan seksio sesarea darurat di RSUD Undatta. Dalam kondisi keterbatasan, pendekatan analgesia regional seperti blok saraf tepi Transversus Abdominis Plane (TAP) block dapat menjadi strategi efektif untuk menekan kebutuhan opioid dan mempercepat pemulihan pasien. Tujuan: Menilai efektivitas Blok saraf tepi TAP dalam mengurangi nyeri pascaoperasi dan konsumsi opioid pada pasien seksio sesarea darurat dalam situasi bencana. Metode: Penelitian kohort retrospektif terhadap 100 pasien yang menjalani seksio sesarea darurat selama Oktober–November 2018. Dibandingkan dua kelompok: Blok saraf tepi TAP (n=50) vs analgesia sistemik konvensional (n=50). Parameter evaluasi: skor Visual Analog Scale (VAS) pada 1, 6, 12, 24 jam; konsumsi morfin ekuivalen; dan komplikasi. Hasil: Skor nyeri VAS kelompok TAP signifikan lebih rendah di semua titik waktu (p<0.01), dengan rata-rata skor VAS 24 jam: 2.0 ± 0.9 (vs 4.7 ± 1.3). Penggunaan morfin juga berkurang secara signifikan (1.5 mg vs 4.3 mg; p<0.01). Tidak ada komplikasi berat; 4% pasien TAP mengalami parestesia ringan. Simpulan: Blok TAP efektif dan aman sebagai analgesia pascaoperasi untuk seksio sesarea darurat dalam kondisi bencana. Teknik ini layak diintegrasikan ke dalam protokol anestesi kebencanaan
Copyrights © 2025