Huler Wair Typeface bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal tradisi Huler Wair dari Sikka, Nusa Tenggara Timur, serta memperkenalkan kehangatan masyarakat Sikka dalam estetika modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis 5WIH (What, Who, Where, When, dan How) untuk menyusun perancangan secara terstruktur. Data primer diperoleh melalui observasi visual dan verbal terhadap tradisi Huler Wair, termasuk syair adat Kleteng Latar dan perlengkapan upacara. Data sekunder didapatkan dari studi kepustakaan terkait tradisi Huler Wair, teori tipografi, dan standarisasi penciptaan huruf. Hasil observasi menunjukkan citra sejuk, nyaman, dan segar dari objek-objek seperti air, sungai, beringin, dan perbukitan, serta citra hangat dari buah kelapa yang didominasi warna kuning-oranye. Selain itu, ditemukan aksen garis tegak dan lengkung yang dinamis dari sulur akar beringin, batang kelapa, tulang daun huler, tetesan air, bebatuan sungai, kontur pohon beringin, pebukitan, serta bentuk daun dan buah kelapa. Poin-poin ini menjadi acuan dalam perancangan Huler Wair Typeface, di mana huruf besar menampilkan bentuk daun huler dan tetes air, sementara huruf kecil, angka, dan simbol menggunakan garis lengkung daun dan tetes air untuk menjaga keterbacaan. Bentuk tangkai daun diterapkan sebagai serif pada Typeface ini. Perancangan ini diharapkan memperkaya ragam rupa Typeface Nusantara dan menjadi media pelestarian serta representasi kehangatan manusia Sikka.
Copyrights © 2025