Perkembangan sains dan teknologi modern telah membawa dampak signifikan terhadap kehidupan manusia, tetapi pada saat yang sama juga memunculkan krisis etika akibat terputusnya ilmu dari nilai-nilai spiritual dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam epistemologi integratif Rasulullah SAW yang memadukan wahyu (naqli), akal (‘aqli), dan empiris (tajribiyah) sebagai fondasi etis dalam pengembangan sains dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yang mengandalkan data primer dari Al-Qur’an dan hadis shahih, serta data sekunder dari literatur klasik dan kontemporer mengenai filsafat Islam, sejarah sains, dan etika keilmuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pilar epistemologi tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk struktur yang kohesif dan saling melengkapi, di mana wahyu berfungsi sebagai kompas nilai, akal sebagai pengolah nalar ilmiah, dan empiris sebagai alat validasi terhadap realitas. Integrasi ini menghasilkan paradigma keilmuan yang tidak hanya rasional dan inovatif, tetapi juga berakar kuat pada etika dan spiritualitas
Copyrights © 2025