Jembatan adalah jenis konstruksi yang menghubungkan dua bagian jalan yang dibagi oleh hambatan seperti waduk, lembah dalam, sungai, saluran irigasi dan limbah, rel kereta api, dan lain-lain. Menentukan tingkat kerusakan jembatan adalah langkah awal yang penting dalam menjamin keandalan dan keamanan infrastruktur. Identifikasi ini memungkinkan untuk mengatur prosedur pemeliharaan yang diperlukan dan menentukan jembatan mana yang memerlukan perbaikan atau pemeliharaan yang tepat. Metode Bridge Manajemen System (BMS) digunakan pada penelitian ini untuk mengidentifikasi dan memberikan penilaian terhadap nilai kondisi jembatan, hasil dari pada penilaian jembatan akan digunakan untuk menentukan prosedur pemeliharaan yang dapat dilakukan pada jembatan. Hasil dari pada penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa kerusakan pada jembatan yaitu pada: Pelat injak dengan nilai kondisi 3 (sedang), Gelagar dengan nilai kondisi 3 (sedang), Sistem lantai dengan nilai kondisi 2 (baik), Sandaran dengan nilai kondisi 4 (rusak parah/buruk). Dan rekomendasi penangan berdasarkan penilaian kondisi yang telah dilakukan yaitu pada: Pelat injak dengan nilai kondisi (3) dilakukan rehabilitasi, Gelagar dengan nilai kondisi (3) dilakukan rehabilitasi, Sistem lantai dengan nilai kondisi (2) dilakukan pemeliharaan rutin, dan pada Sandaran dengan nilai kondisi (4) dilakukan penggantian.
Copyrights © 2025