Konsumsi minuman manis (Sugar Sweetened Beverages/SSBs) di Indonesia terus meningkat dan menjadi perhatian khusus, terutama di kalangan remaja sehingga perlu untuk mengetahui dan menekan faktor resiko kebiasaan yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan konsumsi SSBs pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pleret Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 68 responden yang dipilih secara accidental sampling dari total 212 siswa. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), konsep diri (p = 0,002), dan media massa (p = 0,002) dengan kebiasaan konsumsi SSBs. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara preferensi, teman sebaya, dan ketersediaan dengan kebiasaan konsumsi SSBs. Kesimpulan, faktor internal seperti pengetahuan dan konsep diri, serta faktor eksternal berupa paparan media massa, berperan penting dalam membentuk kebiasaan konsumsi minuman manis pada remaja. Sebaiknya tenaga kesehatan meningkatkan edukasi melalui penyuluhan rutin, sekolah mendorong penguatan kontrol diri dan menyediakan minuman sehat, serta orang tua lebih terlibat dalam pengawasan konsumsi di rumah. Siswa juga dianjurkan untuk mengurangi paparan iklan digital dan belajar menolak pengaruh negatif dari teman sebaya.
Copyrights © 2025