Penelitian ini mengkaji implementasi pendidikan kewarganegaraan dan tantangan toleransi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, dengan menggunakan metode studi kasus kualitatif. Melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, penelitian ini mengeksplorasi kontribusi pendidikan kewarganegaraan dalam membangun toleransi di masyarakat yang beragam. Temuan menunjukkan variasi implementasi pendidikan kewarganegaraan di SD, SMP, dan SMA, dengan kesesuaian kurikulum berkisar antara 78%-92%. Meskipun pemahaman siswa tentang nilai toleransi menunjukkan tren positif (45% baik di tingkat SD hingga 72% di SMA), tantangan tetap ada dalam metode pengajaran dan keterlibatan orang tua. Kegiatan ekstrakurikuler terbukti signifikan mendukung hasil pendidikan kewarganegaraan, dengan semua sekolah mengimplementasikan forum diskusi dan kegiatan bakti sosial. Studi ini memberikan rekomendasi kepada pembuat kebijakan dan pendidik untuk meningkatkan kualitas pendidikan kewarganegaraan melalui perbaikan kurikulum, pelatihan guru, dan keterlibatan masyarakat, sehingga pada akhirnya berkontribusi pada pendidikan yang lebih toleran dan inklusif di konteks daerah yang beragam.
Copyrights © 2025