Penelitian ini mengkaji pesan yang terkandung dalam arsitektur Masjid Merah Panjunan melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Masjid ini merupakan masjid tertua di kota Cirebon yang mencerminkan akulturasi budaya local, Tionghoa, dan Timur Tengahn dalam wujud elemen-elemen arsitekturalnya. Penelian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi visual, dan studi Pustaka. Analisis semiotic dilakukan terhadap beberapa bagian arsitektur seperti pagar kuta kosod, atap, memolo, pintu masuk, ornament porselin Tionghoa, seta 17 pilar utama masjid. Hasil nalisis menunjukkan bahwa setiap elemen tersebut tidak hanya memiliki makna denotative yang merepresentasikan nilai-nilai keislaman seperti ketawadhuan, kesederhanaan, ketaatan, persatuan, dan toleransi antarbudaya. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa teori semiotika Roland Barthes efektif digunakan untuk mengungkap makna simbolik dan pesan budaya yang tersembunyi dalam arsitektur masjid. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian arsitektur Islam di Indonesia serta memperkaya perspektif semiotika dalam studi kebudayaan.
Copyrights © 2025