Lutfi Nurfadli
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hibriditas Budaya Dalam Pesantren Gontor Lutfi Nurfadli
Journal of Humanities, Social Sciences, and Education Vol. 1 No. 5 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : FKIP UNSULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jhuse.v1i5.276

Abstract

This study aims to examine the forms of modernity implemented at Gontor, as well as how Pondok Modern Darussalam Gontor integrates traditional pesantren values with elements of modernity in its educational and organizational systems. Employing a qualitative approach and the concept of cultural hybridity developed by Homi K. Bhabha, the study finds that Gontor has successfully established an educational model that structurally combines Islamic religious sciences with general knowledge in a unified curriculum. Furthermore, it adopts a professionally organized management system. Gontor does not solely focus on Islamic teachings but also incorporates foreign language instruction, general sciences, and leadership training, positioning itself as an adaptive educational institution in the face of global challenges. Despite the integration of modern elements, Gontor consistently upholds traditional pesantren values such as sincerity (ikhlas), simplicity (sederhana), self-reliance (mandiri), Islamic brotherhood (ukhuwah Islamiyah), and freedom (hurriyah). These values remain central within the institution. The findings of this research suggest that Gontor's cultural transformation presents a viable model for other pesantren in navigating globalization while preserving Islamic identity. This study contributes to a deeper understanding of the application of modernity in Islamic boarding school education and highlights the significance of integrating traditional values with modern elements to develop a more relevant and responsive Islamic educational system in the contemporary era
Menelusuri Pesan Tersirat Arsitektur Masjid Merah Panjunan: Analisis Semiotika Roland Barthes Lutfi Nurfadli
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pesan yang terkandung dalam arsitektur Masjid Merah Panjunan melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Masjid ini merupakan masjid tertua di kota Cirebon yang mencerminkan akulturasi budaya local, Tionghoa, dan Timur Tengahn dalam wujud elemen-elemen arsitekturalnya. Penelian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi visual, dan studi Pustaka. Analisis semiotic dilakukan terhadap beberapa bagian arsitektur seperti pagar kuta kosod, atap, memolo, pintu masuk, ornament porselin Tionghoa, seta 17 pilar utama masjid. Hasil nalisis menunjukkan bahwa setiap elemen tersebut tidak hanya memiliki makna denotative yang merepresentasikan nilai-nilai keislaman seperti ketawadhuan, kesederhanaan, ketaatan, persatuan, dan toleransi antarbudaya. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa teori semiotika Roland Barthes efektif digunakan untuk mengungkap makna simbolik dan pesan budaya yang tersembunyi dalam arsitektur masjid. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian arsitektur Islam di Indonesia serta memperkaya perspektif semiotika dalam studi kebudayaan.