Penelitian ini membahas transformasi public speaking profesional di era disrupsi digital yang menuntut perubahan signifikan dalam cara komunikator publik menyampaikan pesan kepada audiens. Perkembangan teknologi komunikasi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat telah mendorong lahirnya gaya komunikasi yang lebih adaptif, interaktif, dan berbasis media digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara semi-terstruktur terhadap lima pembicara publik profesional yang aktif di platform digital seperti webinar, media sosial, dan kanal video daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan public speaker dalam era digital sangat bergantung pada kemampuan mereka dalam menguasai literasi digital, membangun koneksi emosional dengan audiens, serta mengembangkan strategi komunikasi yang responsif terhadap dinamika media. Selain itu, tantangan seperti disinformasi, perubahan algoritma, dan perhatian audiens yang terbatas menjadi hambatan yang perlu diantisipasi melalui pendekatan komunikasi yang lebih fleksibel dan inovatif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kurikulum public speaking berbasis digital serta pelatihan komunikasi yang berorientasi pada teknologi dan partisipasi audiens.
Copyrights © 2025