Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara manajemen kinerja dan efektivitas proses pengadilan di Pengadilan Negeri Bale Bandung. Latar belakang penelitian dilatarbelakangi oleh tantangan sistem peradilan Indonesia dalam meningkatkan kinerja pegawai dan efisiensi proses hukum, yang berdampak pada kepercayaan masyarakat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 15 partisipan (hakim, pegawai, dan pihak terkait), observasi partisipatif, serta analisis dokumen resmi. Data dianalisis secara tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antarkonsep. Temuan penelitian mengungkap tiga tema utama: (1) pemahaman tugas yang baik oleh pegawai berkorelasi positif dengan percepatan penyelesaian perkara, (2) beban kerja dan stres yang tinggi menghambat kinerja hakim dan pegawai, serta (3) komunikasi antarpihak yang tidak efektif menyebabkan penundaan proses pengadilan. Hasil ini memperkuat teori manajemen kinerja sektor publik dengan menunjukkan bahwa optimalisasi kompetensi SDM dan sistem komunikasi merupakan faktor kritis dalam meningkatkan efektivitas pengadilan. Implikasi praktis penelitian ini merekomendasikan pengadilan untuk mengadopsi sistem manajemen kinerja berbasis teknologi, program pelatihan berkelanjutan, dan kebijakan penyeimbang beban kerja. Kontribusi studi ini tidak hanya mengisi celah literatur tentang manajemen pengadilan di Indonesia tetapi juga memberikan kerangka acuan bagi reformasi peradilan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025