Usaha ternak broiler memiliki potensi ekonomi yang tinggi, namun peningkatan produksi juga menimbulkan dampak negatif, terutama terkait penumpukan kotoran ayam yang menghasilkan gas amonia berbahaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak penyemprotan probiotik Lactobacillus salivarius menggunakan mesin ALAC Tech terhadap efisiensi ekonomi usaha broiler, melalui indikator Income Over Feed Cost (IOFC) dan Revenue Cost Ratio (R/C). Pelaksanaan penelitian selama 19 hari di Desa Sumber Jaya, Kabupaten Malang, dengan menggunakan 94 ekor broiler strain MB202 umur 17 hari, dibagi ke dalam dua perlakuan yaitu P0 (perlakuan tanpa spray Lactobacillus salivarius pada litter) dan P1 (perlakuan menggunakan aplikasi spray Lactobacillus salivarius pada litter). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan spray probiotik menghasilkan IOFC sebesar Rp 877.550 dan R/C sebesar 1,06, lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanpa spray dengan IOFC sebesar Rp 850.378 dan R/C sebesar 1,01. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi spray Lactobacillus salivarius pada litter dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi dan memberikan dampak ekonomi yang lebih baik dalam usaha pemeliharaan broiler. Kata Kunci : Broiler, Lactobacillus salivarius, amonia, IOFC, R/C, litter.
Copyrights © 2025