Penelitian ini menjelaskan masyarakat bermoderasi agama dalam Kemajemukan Indonesia, sebenarnya adalah anugerah Tuhan, tetapi juga menjadi tantangan mendiskursuskan anggapan dari masing-masing agama yang notabenenya susah diatur, seperti halnya kaum-kaum intoleran, sinkretiksme, dan ekstremisme. Metode yang digunakan adalah literature review, dengan begitu peneliti bertujuan menjelaskan hadis moderasi beragama dari kacamata Jurgen Habermas Menuju Masyarakat yang komunikatif, temuan yang dapat diambil dari peneliti ini. Pertama, konsep demokrasi deliberatif yang menjujung tinggi tindakan bermusyawarah dalam membuat keputusan. Kedua, klaim validasi sebagai bentuk proses selanjutnya, dalam mencapai sebuah keberhasilan tindakan komunikasi. Ketiga, merekonstruksi ulang makna komunikasi yang di lakukan Habermas dalam bersosial. Keempat, inter-komunikatif adalah sebuah pencampaian tertinggi seseorang dalam berkomunikasi baik secara jasmani maupun rohani. Maka dengan adanya empat tahapan tersebut akan terjalinnya sebuah moderasi yang lebih intersubektif.
Copyrights © 2025