Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana fenomena taraduf atau sinonimitas di dalam Al-Qur’an dengan fokus penelitian pada makna kata mah}abbah dan mawaddah. Jika dilihat sekilas kedua kata ini memang memiliki arti yang sama, yaitu cinta dan kasih sayang. Namun, jika diteliti lebih jauh lagi kata mah}abbah dan mawaddah memiliki perbedaan dalam segi makna dan penggunaan. Maka dari itu penulis mencoba mengulik lebih dalam lagi terkait makna kata mah}abbah dan mawaddah dengan menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan objek penelitian kata mah}abbah dan mawaddah yang ada di dalam Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Untuk mengungkap makna kata dengan teori semantik Toshihiko ini melewati empat jalur, yaitu mencari makna dasar kata, makna relasional kata, makna sinkronik diakronik kata, dan mencari weltanschauung kata. Hasil dari penelitian ini adalah kata mah}abbah dan mawaddah memiliki keterkaitan konsep di dalamnya, yaitu kedua kata tersebut sama-sama membahas cinta dan kasih sayang. Kata mah}abbah membahas cinta atau menyukai, tapi cinta dalam ranah mah}abbah ini terkait cinta Allah SWT terhadap hamba-Nya, cinta hamba terhadap Allah SWT, cinta antar sesama makhluk, dan cinta terhadap duniawi. Dan untuk kata mawaddah sendiri membahas kasih sayang dan keinginan yang memiliki objek Allah SWT, hamba, orang mukmin, orang munafik, orang kafir, dan hubungan sosial.
Copyrights © 2025