Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Taraduf dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Kata Mahabbah dan Mawaddah dalam Semantik Toshihiko Izutsu) Rizkoh, Nur Amniar; Mabrur, Sofwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana fenomena taraduf atau sinonimitas di dalam Al-Qur’an dengan fokus penelitian pada makna kata mah}abbah dan mawaddah. Jika dilihat sekilas kedua kata ini memang memiliki arti yang sama, yaitu cinta dan kasih sayang. Namun, jika diteliti lebih jauh lagi kata mah}abbah dan mawaddah memiliki perbedaan dalam segi makna dan penggunaan. Maka dari itu penulis mencoba mengulik lebih dalam lagi terkait makna kata mah}abbah dan mawaddah dengan menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan objek penelitian kata mah}abbah dan mawaddah yang ada di dalam Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Untuk mengungkap makna kata dengan teori semantik Toshihiko ini melewati empat jalur, yaitu mencari makna dasar kata, makna relasional kata, makna sinkronik diakronik kata, dan mencari weltanschauung kata. Hasil dari penelitian ini adalah kata mah}abbah dan mawaddah memiliki keterkaitan konsep di dalamnya, yaitu kedua kata tersebut sama-sama membahas cinta dan kasih sayang. Kata mah}abbah membahas cinta atau menyukai, tapi cinta dalam ranah mah}abbah ini terkait cinta Allah SWT terhadap hamba-Nya, cinta hamba terhadap Allah SWT, cinta antar sesama makhluk, dan cinta terhadap duniawi. Dan untuk kata mawaddah sendiri membahas kasih sayang dan keinginan yang memiliki objek Allah SWT, hamba, orang mukmin, orang munafik, orang kafir, dan hubungan sosial.
Studi Analisis Nilai-Nilai Melayu tentang Birrul Walidayn dalam Tafsir Nur Al-Ihsan (Telaah teori Sosio-Kultural) Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Khamdani, Eep Nafis; Machmudah, Isti ‘Anatul; Fauzi, Alwi Hanifan; Rizkoh, Nur Amniar; Lafani, Ahmad Mughisul
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. 5 No. 3 (2025): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmh.v5i3.1534

Abstract

The Malay community is widely known for upholding noble values deeply rooted in their language, behavior, and daily practices. This study investigates how these Malay cultural values are integrated into the interpretation of Surah Al-Isra’ verses 23–25 concerning birrul walidayn (dutifulness to parents) as presented in Tafsir Nur Al-Ihsan by Sheikh Muhammad Sa'id bin 'Umar al-Falimbani. The research adopts a qualitative method using content analysis and a socio-cultural approach, with data collected through library research involving primary and secondary sources. The findings reveal that the interpretation in Tafsir Nur Al-Ihsan harmoniously combines textual and contextual meanings, reflecting essential elements of Malay values such as obedience and piety, etiquette, social care, and cultural identity. These values are embedded not only in the textual interpretation but also in the behavioral guidance provided to the readers. Furthermore, the use of the Malay-Jawi language in the tafsir reinforces its accessibility and relevance for the local community. The study concludes that Tafsir Nur Al-Ihsan serves not only as a religious exegesis but also as a cultural medium that bridges Islamic teachings with local wisdom. This research contributes to the development of context-based tafsir studies in Southeast Asia and emphasizes the importance of integrating religious texts with social and cultural perspectives to foster a more grounded and dynamic understanding of Islam.