Penelitian ini mengkaji makna dan fungsi simbol dalam naskah kuno Nusantara melalui pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Melalui analisis semiotik, hermeneutis, dan kontekstual-historis, penelitian mengidentifikasi lima kategori simbol—kosmologis, teologis-religius, sosial-politik, epistemologis, dan estetis yang mencerminkan kompleksitas pemikiran masyarakat Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol tersebut berfungsi sebagai teknologi pengetahuan yang mengkodifikasi pemahaman metafisika dan kosmologi dalam bentuk visual. Proses akulturasi dan sinkretisme dalam tradisi simbolik mencerminkan strategi adaptasi kultural yang menegosiasikan identitas lokal dengan pengaruh global. Simbol-simbol ini juga mengalami transformasi semantik meskipun mempertahankan kontinuitas formal sepanjang perubahan konteks historis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka metodologis yang mengatasi bias tekstual dalam kajian filologi, sekaligus mengungkap relevansi simbol naskah kuno untuk revitalisasi kearifan lokal dalam konteks kontemporer.
Copyrights © 2025