Pendahuluan: Pijat merupakan teori sentuh yang lembut yang diterapkan pada bagian tubuh tertentu untuk merelaksasikan otot dan memperlancar peredaran darah dalam tubuh sehingga dapat memberikan rasa nyaman pada bayi serta dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan motorik, mental dan sosial pada bayi. Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi pada perkembangan motorik halus bayi usia 6 bulan di Klinik Temu Waras, Arjasa-Jember. Metode Penelitian: Metodeiyang diterapkan adalah metode quasi eksperimen dengan pendekatan KPSP dengan desain pretest-posttest control grup. Jumlah bayi usia 6 bulan yang berkunjung di Klinik Temu Waras di Bulan Februari ada 60 bayi. Jumlah sampel 30 bayi. Tehnik sampling yang digunakan yaitu Non Probability sampling (pengambilan sampel tidak acak). Sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu yaitu bayi usia 6 bulan yang akan dibagi menjadi 2 kelompok yang diberi tes awal (pretest) sebelumntervensi, kemudian diberi intervensi (kelompok eksperimen) atau (kelompok kontrol), dan akhirnya diberi tes akhir (posttest) untuk membandingkan perubahan antara kedua kelompok. Hasil: Data uji statistik menggunakan Uji mann Whitney di SPSS dengan hasil p-value= <,001 (< 0,05) yang menunjukkan hasil lebih kecil. Kesimpulan: ada pengaruh pijat bayi terhadap perkembangan motorik halus bayi usia 6 bulan di Klinik Temu Waras Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember pada tahun 2025.
Copyrights © 2025