Rendahnya kualitas pelayanan publik menjadi isu krusial di instansi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung dari budaya organisasi terhadap kualitas pelayanan publik, dengan menguji peran profesionalisme sebagai variabel mediasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Merangin. Pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) diterapkan pada sampel 100 masyarakat yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian membuktikan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme serta kualitas pelayanan publik. Profesionalisme juga berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan. Temuan utama menegaskan bahwa profesionalisme berperan sebagai variabel mediasi parsial yang signifikan dalam menjelaskan hubungan antara budaya organisasi dan kualitas pelayanan publik.
Copyrights © 2025