Pemodelan lokasi kapal selam memiliki peran strategis dalam pertahanan maritim, khususnya dalam operasi penyamaran akustik. Penelitian ini menggunakan metode ray tracing untuk menentukan lokasi shadow zone di perairan selatan Jawa berdasarkan data suhu dan salinitas dari stasiun pengamatan di Samudera Hindia. Data tersebut dianalisis menggunakan perangkat lunak (ODV) dan Matlab serta dikombinasikan dengan persamaan Leroy, Medwin, dan Mackenzie untuk menentukan profil kecepatan suara dalam laut. Pemodelan dilakukan dengan pendekatan polyfit polinomial pangkat 12, 13, dan 14 guna memperoleh kurva terbaik dalam distribusi kecepatan suara. Hasil simulasi menunjukkan bahwa shadow zone terbentuk pada kedalaman tertentu, tergantung pada posisi sumber suara (transducer). Jika transducer ditempatkan pada kedalaman 40-meter, shadow zone berada di kedalaman kurang dari 32 meter dengan jangkauan 16.100 meter. Pada kedalaman transducer 160 meter, shadow zone terbentuk di kedalaman kurang dari 113 meter dengan jangkauan 100.000 meter, sedangkan pada kedalaman transducer 400 meter, shadow zone terbentuk di kedalaman kurang dari 185 meter dengan jangkauan 100.000 meter. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan strategi operasi kapal selam di perairan selatan Jawa.
Copyrights © 2025