Berdasarkan observasi awal, penelitian ini didasari oleh keterampilan kolaborasi siswa kelas IV C SD Negeri Ledug yang masih tergolong rendah. Dengan demikian, penelitian tindakan kelas ini diarahkan untuk menganalisis peningkatan kemampuan kolaborasi peserta didik kelas IV C SD Negeri Ledug. Analisis tersebut dilakukan dengan mengamati dampak penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning/PBL) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlandaskan model Kemmis dan Mc. Taggart. Peserta didik kelas IV C SD Negeri Ledug, berjumlah 12 siswa, menjadi subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kriteria keberhasilan ditetapkan pada pencapaian ketuntasan keterampilan kolaborasi minimal 75% dari seluruh siswa. Studi ini membuktikan efektivitas model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning/PBL) dalam meningkatkan kemampuan kolaborasi siswa kelas IV C SD Negeri Ledug pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Terdapat peningkatan rata-rata keterampilan kolaborasi dari skor 77 di siklus pertama menjadi 84 di siklus kedua. Secara signifikan, persentase siswa yang mencapai ketuntasan juga meningkat, dari 71% di siklus I menjadi 88% di siklus II.
Copyrights © 2025