Penelitian ini mengkaji dinamika sosial dan ekonomi komunitas Tionghoa di Gombong, sebuah kawasan di Kabupaten Kebumen yang memiliki sejarah panjang sebagai daerah dengan kehidupan pecinan yang khas. Kehidupan komunitas Tionghoa di wilayah ini menunjukkan adanya interaksi yang erat dengan masyarakat lokal maupun pengaruh budaya Eropa dan tetap berjalan harmonis meskipun terjadi berbagai gejolak politik dan ekonomi di tingkat nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dan perkembangan awal komunitas Tionghoa di Gombong sebelum masa Orde Baru, serta menganalisis kondisi sosial dan ekonomi mereka selama periode 1968–1998. Metode yang digunakan adalah metode penelitian historis, yang meliputi tahapan heuristik (pengumpulan data), kritik sumber, interpretasi, dan penulisan historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka serta wawancara dengan pendekatan snowball sampling guna menggali informasi secara mendalam dari para narasumber yang mengetahui sejarah komunitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ditemukan sumber yang secara pasti mencatat tahun kedatangan komunitas Tionghoa ke Gombong. Namun, sebagian besar dari mereka diketahui berasal dari Provinsi Fujian, Tiongkok. Selama masa Orde Baru, komunitas ini mampu mempertahankan kehidupan sosial dan ekonomi yang stabil dan harmonis bersama masyarakat lokal. Meski demikian, mereka tetap menghadapi berbagai pembatasan dari kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan budaya dan administrasi yang membatasi ekspresi identitas mereka sebagai bagian dari masyarakat Tionghoa di Indonesia.
Copyrights © 2025