Studi ini dimaksudkan guna mengkaji kompetensi manajerial, kesenjangan kompetensi, dan pengalaman pelatihan yang memengaruhi kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai sumber sekunder termasuk jurnal ilmiah, buku referensi, dan regulasi yang relevan. Dalam proses analisi, digunakan beberapa pendekatan statistik seperti Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan kausal dan mediasi antarvariabel, Moderated regression Analysis (MRA) yang diolah dengan perangkat lunak SPSS, regresi linier untuk melihat pengaruh langsung, serta Path Analysis untuk mengidentifikasi perbedaan pengaruh berdasarkan kategori tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi manajerial, yang terdiri dari delapan aspek utama, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai. Sementara itu, kesenjangan kompetensi menghambat optimalisasi kinerja, tetapi dapat diminimalkan melalui pelatihan yang berbasis kebutuhan dan peningkatan motivasi kerja. Kajian ini merekomendasikan penguatan sistem pelatihan berbasis kebutuhan, evaluasi berkala terhadap kompetensi pegawai, serta kebijakan yang mendorong motivasi kerja guna mengoptimalkan kinerja pegawai. Implikasi hasil studi ini memberikan kontribusi teoretis bagi kajian kompetensi ASN serta mendorong kebijakan pelatihan berbasiskebutuhan dan motivasi kerja secara terintegrasi.
Copyrights © 2025