Sistem pendidikan mulai memprioritaskan pendidikan karakter. Pengembangan Aspek Afektif di Kurikulum Merdeka bertujuan supaya siswa memiliki karakter Pelajar Pancasila. Implementasi teori pembelajaran humanistik dalam kurikulum Merdeka akan menjadikan lingkungan pembelajaran yang mendukung, membuat siswa berharga dan termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Tujuan teori pembelajaran Humanistik untuk mencapai pemahaman diri, aktualisasi diri, serta realisasi diri secara optimal. Pada Pembelajaran berbasis Proyek, siswa menjadi pusat pembelajaran, yang sejalan dengan prinsip dasar teori pembelajaran humanistik. Siswa diberi kebebasan untuk pememilihan proyek sesuai minat siswa, sehingga meningkatkan motivasi dari dalam diri dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Metode yang dipergunakan di penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas 5D Tahun pelajaran 2024/2025 dengan Jumlah 32 siswa yang berasal dari SDN Pondok Ranggon 02. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan teori pembelajaran humanistik dalam pembelajaran proyek mampu mengembangkan kepribadian siswa.
Copyrights © 2025