Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas latihan burpees dalam meningkatkan kapasitas aerobik (VO₂ Max) pada komunitas pelari rekreasi, yaitu anggota komunitas lari RIOT Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pretest-posttest dengan kelompok kontrol, yang melibatkan 30 pelari rekreasi. Kelompok eksperimen menjalani program latihan burpees selama 8 minggu, sementara kelompok kontrol melakukan latihan ringan. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengukur perubahan VO₂ Max menggunakan Tes Cooper. Analisis statistik menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan VO₂ Max yang signifikan (p = 0,000) dari 39,53 menjadi 42,65, sementara kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan kecil yang tidak signifikan (p = 0,278). Uji independent t-test juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,000), dengan kelompok burpees menunjukkan peningkatan yang lebih besar (3,12%) dibandingkan kelompok kontrol (0,53%). Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan burpees, yang merupakan bagian dari High-Intensity Interval Training (HIIT), lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas aerobik dibandingkan latihan ringan. Penelitian ini menyarankan integrasi latihan burpees dalam rutinitas latihan pelari untuk meningkatkan VO₂ Max, kebugaran kardiovaskular, dan daya tahan tubuh secara keseluruhan.
Copyrights © 2025