Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan kotoran sapi terfermentasi dalam ransum terhadap bobot tetas dan performa pertumbuhan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, masing-masing ulangan terdiri atas tiga ekor ayam, sehingga total digunakan 60 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 (pakan kontrol tanpa kotoran sapi terfermentasi), R1 (10% kotoran sapi terfermentasi), R2 (20% kotoran sapi terfermentasi), dan R3 (30% kotoran sapi terfermentasi). Parameter yang diamati meliputi bobot tetas, pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kotoran sapi terfermentasi hingga level 20% dalam ransum memberikan pengaruh signifikan (P<0,05) terhadap bobot tetas. Namun, tidak ditemukan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap pertumbuhan ayam, termasuk pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kotoran sapi terfermentasi berpotensi sebagai bahan pakan alternatif hingga tingkat tertentu tanpa mengganggu performa pertumbuhan ayam KUB.
Copyrights © 2025