Penelitian ini menganalisis daya dukung aksial dan penurunan pondasi spun pile berdiameter 60 cm untuk Gedung Rawat Inap Tower-1 RS Haji Medan, menggunakan uji pembebanan statis (static load test) dan pemodelan elemen hingga (FEM) dengan PLAXIS 3D. Data lapangan dari Uji Penetrasi Standar (SPT) dan cyclic loading test dibandingkan dengan simulasi numerik menggunakan model Mohr-Coulomb dan Hardening Soil. Perhitungan empiris berbasis data SPT (metode O’Neil & Reese) menghasilkan kapasitas ultimit (Qult) 204,24 ton, sedangkan interpretasi uji pembebanan (metode Davisson, Mazurkiewicz, dan Chin) menunjukkan nilai lebih tinggi (390–476 ton), mengonfirmasi sifat konservatif prediksi berbasis SPT. Faktor keamanan (2,43–2,97) memenuhi standar ASTM D1143. Simulasi PLAXIS 3D secara akurat mereplikasi penurunan yang diukur di lapangan, dengan deviasi maksimal <5%. Model Hardening Soil memberikan kesesuaian lebih baik dengan hasil loading test (penurunan 6,66 mm pada beban 320 ton) dengan mempertimbangkan nonlinieritas tanah. Perhitungan penurunan elastis (2,1 mm untuk tiang tunggal; 5,9 mm untuk kelompok tiang) tetap dalam batas toleransi (25 mm). Rekomendasi meliputi optimasi panjang tiang berdasarkan stratigrafi SPT dan penggunaan model Hardening Soil untuk proyek dengan cyclic loads. Pendekatan terpadu ini meningkatkan desain pondasi dalam yang ekonomis dan aman untuk struktur bertingkat tinggi di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan.
Copyrights © 2025