Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang menganalisis implementasi Program Permakanan bagi Lanjut Usia dan Penyandang Disabilitas Tunggal di Kecamatan Gondangwetan. Dengan menggunakan kerangka teori implementasi George Edwards III, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat keberhasilan program tersebut. Temuan menunjukkan bahwa di tingkat operasional, pelaksanaan program berjalan cukup efektif berkat tingginya komitmen para pelaksana lapangan serta dukungan sumber daya anggaran yang memadai, sehingga mampu meningkatkan kepuasan para penerima manfaat. Namun demikian, penelitian juga menemukan permasalahan mendasar pada aspek struktur birokrasi, khususnya terkait validitas Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi basis penentuan sasaran program. Rendahnya akurasi data ini disebabkan oleh prosedur pembaruan data yang belum terintegrasi dan masih bersifat tidak efisien. Ketidakakuratan data DTKS tersebut menimbulkan hambatan sistemik yang berpotensi mengurangi efektivitas program secara keseluruhan, meskipun manfaatnya tetap dirasakan secara nyata oleh penerima di lapangan. Oleh karena itu, perbaikan sistem pendataan yang lebih akurat, terpadu, dan berkelanjutan menjadi krusial guna memastikan tepatnya penyaluran bantuan serta mendukung keberlanjutan program permakanan di masa mendatang.
Copyrights © 2025