Perkembangan teknologi transportasi masal yang berkembang di indonesia khususnya didaerah perkotaan saat ini banyak terkendala oleh kurang tersedianya lahan, sehingga memaksapemerintah untuk membuat sarana transportasi masal dengan kebutuhan lahan minim, salah satualternatif solusi adalah sarana transportasi dengan sistem terowongan. Kondisi iklim Indonesia yangmemiliki tingkat kelembaban udara dan tingkat pelapukan yang tinggi mengakibatkan mudahberkurangnya kekuatan suatu bangunan khususnya terowongan yang dibangun di bawah permukaantanah. Hal ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kejenuhan air pada lapisan tanah atau batuan penutupsuatu terowongan. Dengan memanfaatkan sifat resistivitas air yang rendah maka dapat dilakukanmonitoring kekuatan suatu bangunan terowongan dengan metoda resisitivitas. Metoda resistivitas adalahsalah satu metoda geofisika yang memanfaatkan sifat kelistrikan suatu meterial tertentu untukmengetahui kondisi suatu lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan. Pada penelitian ini, sebagaibagian dari evaluasi desain sistem monitoring kondisi bangunan terowongan dilakukan pembuatan modelfisik terowongan dengan skala tertentu. Model fisik dibuat dengan menggunakan beberapa material yangberbeda agar dapat merepresentasikan sifat batuan pada kondisi sebenarnya. Hasil pengukuranresistivitas secara jelas dapat menunjukan adanya terowongan yang memiliki nilai resistivitas tinggisedangkan lapisan yang tingkat kejenuhan airnya tinggi ditunjukan dengan nilai resistivitas yang rendah.
Copyrights © 2016