Abstrak Latar belakang : Perilaku bullying di lingkungan sekolah dapat menciptakan suasana lingkungan yang kurang mendukung terhadap perkembangan siswa, baik dalam bidang akademik maupun bidang sosial. Tindakan bullying dapat menyakiti siswa, sehingga mereka merasa cemas dan tidak nyaman di lingkungan sekolah. Tujuan. Penelitian ini untuk menganaliisis hubungan tindakan bullying dengan kecemasan sosial pada siswa di SMP Negeri 6 Sragen. Metode. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMPN 6 Sragen tahun 2024/2025. Sampel dalam penelitian sebanyak 74 responden dengan teknik pengumpulan data proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian tindakan bulyying menggunakan kuisioner yang dikembangkan oleh Rismayanti, M (2022) dan kecemasan sosial menggunakan kuisioner yang dibuat oleh Devi (2021). Analisis data bivariat menggunakan Pearson correlation. Hasil. Sebagian besar responden mendapat tindakan bullying sedang sebanyak 44 responden (59,4%). Sebagian besar responden dengan kecemasan sosial rendah sebanyak 32 responden (43,2%) dan kecemasan sedang sebanyak 25 responden (25,8 %). Hasil Uji korelasi Pearson diperileh nilai p 0,005 ( <0,01) dan koefisien korelasi 0,322. Kesimpulan : terdapat hubungan antara tindakan bullying dengan kecemasan sosial pada siswa di SMP Negeri 6 Sragen. Kata kunci: Tindakan Bullying, Kecemasan Sosial, Remaja
Copyrights © 2025