The implementation of learning management based on Outcome-Based Education (OBE) is crucial to ensure the quality of graduates that aligns with the demands of the workforce. This study aims to explore the role of faculty competence in the implementation of OBE at UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, as well as the challenges faced by faculty in executing this system. This research uses a qualitative method with a case study approach, which includes in-depth interviews, classroom observations, and curriculum document analysis. The main findings of this study indicate that although faculty at UINSI Samarinda have a good understanding of OBE principles, the biggest challenges faced are in designing competency-based assessments and active learning methods that align with OBE goals. About 60% of faculty have implemented active methods, while the remaining 40% still rely on lectures. Additionally, the integration of OBE principles in the curriculum is still suboptimal, as some courses have overly general learning objectives. This study also identifies the need for ongoing faculty training to improve competence in designing assessments and using more participatory methods. In conclusion, although faculty competence plays a significant role in OBE implementation, the practical challenges faced require greater attention in faculty professional development and curriculum structuring. This research contributes to the development of higher education policies that better support OBE training and management, especially in Islamic-based higher education institutions.ABSTRAKPenerapan manajemen pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) menjadi penting untuk memastikan kualitas lulusan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kompetensi dosen dalam implementasi OBE di UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, serta tantangan yang dihadapi dosen dalam melaksanakan sistem ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang mencakup wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen kurikulum. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun dosen di UINSI Samarinda memiliki pemahaman yang baik mengenai prinsip OBE, tantangan terbesar yang dihadapi adalah dalam merancang asesmen berbasis kompetensi dan metode pembelajaran aktif yang sesuai dengan tujuan OBE. Sekitar 60% dosen sudah mengimplementasikan metode aktif, sementara 40% lainnya masih mengandalkan ceramah. Selain itu, integrasi prinsip OBE dalam kurikulum masih kurang optimal karena beberapa mata kuliah memiliki tujuan pembelajaran yang terlalu umum. Penelitian ini juga mengidentifikasi perlunya pelatihan dosen yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi dalam merancang asesmen dan menggunakan metode yang lebih partisipatif. Kesimpulannya, meskipun kompetensi dosen sangat berpengaruh terhadap penerapan OBE, tantangan praktis yang dihadapi membutuhkan perhatian lebih dalam hal pengembangan profesional dosen dan penataan kurikulum yang lebih terstruktur. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk pengembangan kebijakan pendidikan tinggi yang lebih mendukung pelatihan dan pengelolaan OBE, khususnya di perguruan tinggi berbasis Islam.
Copyrights © 2025