Sesudah wafatnya sultan Agung Anyokrokusumo, kerajaan Mataram kemudian diperintah oleh putranya yang bergelar amanbkurat (1645-1677). Dalam masa pemerintahannya timbul pemberontakan yang dipimpin oleh trunojoyo dari Madura yang dibantu oleh Karaeng Galesong dari Makasar, Amangkurat dengan bantuan tantara kompeni (Belanda) tidak sanggup mengatasi pemberontakan ini, bahkan Trunojoyo mendapat bantuan pangeran Kajoran dari Mataram yang tidak puas terhadap pemerintahan Amangkurat. Dalam tatun 1677 Amangkurat wafat dan diganti oleh putranya yang bergelar Amangkurat II yang memerintah sampai tahun 1703. Pemberontakan Trunojoyo yang selain mendapat bantuan pangeran Kajoran juga dibantu oleh Pangeran Puger dan Pangeran Giri akhirnya bisa dihancurkan oleh Amangkurat II dengan bantuan Belanda 1670. Sebagai upahnya seluruh daerah pesisir utara terpaksa digadaikan kepada Belanda (kompeni), dan kemudian ibu kota kerjaan dipindah keKartosuro oleh Amangkurat II
Copyrights © 1978