Pemenuhan kebutuhan gizi dan layanan kesehatan pada wanita usia subur dan ibu hamil merupakan hal yang penting untuk mencegah terjadinya stunting. Stunting dapat berdampak negatif terhadap tingkat kecerdasan dan kesehatan anak ketika dewasa. Kekurangan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bersifat permanen dan sulit diperbaiki. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 50 peserta di Desa Gading Wetan, program ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam menurunkan angka stunting, serta mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak seperti kepala desa, bidan, kader kesehatan, dan warga setempat dalam meningkatkan penerapan gizi seimbang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi melalui penyuluhan yang menyampaikan berbagai tips dan strategi untuk mencegah dan menangani stunting, khususnya terkait pemenuhan gizi seimbang. Sasaran dari program pengabdian ini adalah semua perempuan pada masa reproduksi, baik yang sudah maupun belum menikah, termasuk ibu prakonsepsi. Pelaksanaan kegiatan ini memerlukan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak terkait di Desa Gading, Kabupaten Probolinggo. Hasil dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini akan dipublikasikan dalam E-Journal Kebidanan dan mendukung pengembangan mata kuliah Asuhan Kebidanan di Universitas Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan. Secara umum, para peserta yang mengikuti penyuluhan menyatakan akan menerapkan informasi yang telah disampaikan oleh tim pengabdian. Mereka juga berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan stunting melalui pola hidup sehat dengan memanfaatkan bahan makanan sederhana namun bergizi. Oleh karena itu, sangat penting bagi tenaga kesehatan untuk secara rutin terjun langsung ke masyarakat dalam rangka memberikan pendampingan kepada perempuan usia subur.
Copyrights © 2025