Kenaikan konsumsi fast food di kalangan remaja berkontribusi terhadap perubahan status gizi. fast food mengandung energi tinggi, lemak jenuh, natrium, tetapi rendah serat dan nutrisi mikro. Studi ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara konsumsi fast food dan status gizi pada siswa kelas 10 di SMA Negeri 1 Pagaden Kabupaten Subang. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 133 siswa yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data konsumsi fast food diperoleh melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sementara status gizi diukur dengan IMT/U. Analisis data dilakukan dengan uji Rank Spearman. Data menunjukkan 38,1% dari responden mengonsumsi fast food dalam jumlah banyak. Keadaan gizi: 45,11% mengalami kekurangan berat badan, 3,01% sangat kekurangan berat badan, 1,58% kelebihan berat badan, 10,53% mengalami obesitas, hanya 9,77% memiliki berat badan normal. Ada hubungan yang signifikan antara seberapa sering mengkonsumsi fast food dan status gizi (ρ = 0,507; p = 0,000). Konsumsi fast food berhubungan dengan status gizi pada remaja. Intervensi yang berkelanjutan melalui peran pendidikan dan keluarga sangat penting untuk mencegah gizi kurang dan lebih.
Copyrights © 2025