Whoosh adalah Kereta Cepat (HSR) pertama di Indonesia yang mulai beroperasi. Namun, berbagai hambatan pembangunan dan keberadaan layanan lama yang juga bersaing menyebabkan penerimaan kritis di antara para penggunanya dan masyarakat. Kritik yang dihasilkan ini berisikan informasi sangat bermanfaat yang dapat digunakan untuk meningkatkan layanan yang diberikan, sehingga digunakan analisis kesenjangan SWOT dengan penerapan analisis Importance-Performance (IPA) untuk menentukan pentingnya suatu aspek layanan yang dinilai banyak diperhatikan oleh masyarakat dan pengguna serta pemetaannya ke dalam kuadran SWOT secara objektif. Sentimen analisis berbasis aspek digunakan untuk menangkap informasi tersebut. Namun, pembelajaran mesin tradisional memerlukan adanya data latih dan proses pelabelan sejumlah besar user-generated content memerlukan waktu dan biaya yang mahal. Oleh karena itu, pendekatan zero-shot yang memiliki kemampuan untuk mengklasifikasikan kelas yang belum pernah terlihat diterapkan. Ditemukan bahwa Whoosh mendapat sambutan kritis di kalangan masyarakat dengan 5 kelas diklasifikasikan sebagai threat, 2 diidentifikasi sebagai opportunity terhadap pesaingnya, dan 3 lainnya sebagai weakness di mana kedua layanan kurang dapat memberikan hasil terstandar.
Copyrights © 2025