Polresta Malang Kota telah meluncurkan aplikasi Jogo Malang Presisi untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan publik atau kepolisian termasuk pelaporan kejadian darurat dan gangguan layanan publik. Meskipun menawarkan berbagai manfaat, tingkat adopsi aplikasinya masih tergolong rendah, yaitu hanya sekitar 1.54%. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berkontribusi pada penerimaan aplikasi Jogo Malang Presisi. Penelitian ini memanfaatkan model Unified Model of E-government Adoption (UMEGA) yang dirancang khusus untuk mengkaji penerimaan layanan e-government. Data penelitian diperoleh melalui distribusi kuesioner yang diisi oleh 57 responden, lalu dianalisis dengan memanfaatkan teknik Partial Least Squares SEM (PLS-SEM) dan pendekatan Importance-Performance Analysis (IPA) guna menyusun rekomendasi yang relevan. Hasil temuan menekankan bahwa Effort Expectancy dan Social Influence menjadi faktor penting yang secara positif memengaruhi Attitude atau sikap masyarakat dalam menggunakan aplikasi Jogo Malang Presisi. Kemudian Behavioral Intention secara positif dipengaruhi oleh Attitude, Facilitating Conditions dan Trust in Government. Facilitating Conditions juga terbukti berdampak positif terhadap Effort Expectancy. Di sisi lain, baik Performance Expectancy dan Perceived Risk keduanya tidak memiliki pengaruh terhadap Attitude, begitu juga dengan Trust in Government terhadap Perceived Risk.
Copyrights © 2025