Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep keadilan Allah yang radikal melalui pembacaan perumpamaan tentang pekerja di kebun anggur pada pembacaan injil Matius 20:1-16 dalam perspektif trologi pembebasan. Perumpamaan ini sering dipandang kontroversial karena dianggap bertentangan dengan pemahaman keadilan manusia yang berfokus pada imbalan berdasarkan kerja atau usaha. Dengan menggunakan pendekatann hermeneutika teologi pembebasan, penulis ingin menganalisis bagaimana perumpamaan tersebut mengungkapkan visi keadilah Allah yang melampaui struktur hirarkis dan isu-isu ketidakadilan sosial-ekonomi yang menindas. Hasil penelitian menunjukan bahwa keadilan Allah bersifat radikal, inklusif, dan transformatif, dengan cara memberikan prioritas kepada mereka yang terpinggirkan dan tertindas dalam tatanan sosial. Selain untuk memperluas perspektif tentang keadilan ilahi, pemahaman ini juga memberikan tawarn terhadap relevansi praktis bagi perjuangan melawan ketidakadilan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa perumpamaan ini menjadi sebuah landasan bagi pembentukan solidaritas sosial dan komitmen pembebasan dalam kehidupan beriman.
Copyrights © 2025