Penelitian ini membahas efektivitas sistem pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan dengan pendekatan model antrean M/M/1. Permasalahan yang timbul berkaitan dengan tingginya jumlah permintaan yang tidak sebanding dengan kapasitas layanan, sehingga memicu antrean dan waktu tunggu yang signifikan. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menghitung parameter sistem seperti laju kedatangan (?), laju pelayanan (?), dan tingkat pemanfaatan (?). Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa sistem beroperasi pada utilisasi penuh (? = 1), dengan rata-rata waktu dalam pelayanan sistem selama 25 menit. Rata-rata terdapat lima pemohon dalam sistem dan satu orang dalam antrean setiap waktu. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas atau prosedur efisiensi layanan untuk mengantisipasi permintaan. Rekomendasi strategi disampaikan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam konteks administrasi keimigrasian.
Copyrights © 2025