Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak, mengingat usia tersebut adalah fase krusial dalam pembentukan kebiasaan jangka panjang. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi perokok usia 10–18 tahun di Indonesia terus meningkat, termasuk di wilayah Sulawesi Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap dampak negatif merokok. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab dengan melibatkan 26 remaja sebagai peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang bahaya rokok, baik bagi diri sendiri maupun orang lain (perokok pasif), serta munculnya motivasi untuk menciptakan lingkungan bebas rokok. Diskusi aktif dan partisipasi tinggi menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif berbasis komunitas. Penyuluhan ini memberikan dampak positif dalam membentuk perilaku remaja yang lebih sehat dan menjadi salah satu strategi preventif dalam menurunkan angka perokok usia dini di lingkungan pedesaan. Kesimpulannya, intervensi edukatif yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak mampu meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya rokok dan mendorong terciptanya lingkungan sehat tanpa asap rokok.
Copyrights © 2025