Permasalahan kesehatan masyarakat seperti tingginya kejadian penyakit kulit, diare, dan infeksi akibat lingkungan yang kurang bersih masih menjadi tantangan di Dusun Randusari, Surakarta, yang berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai swamedikasi yang tepat dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sasaran kegiatan meliputi warga Dusun Randusari dari berbagai usia. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif, praktik langsung, dan kampanye edukatif yang disampaikan melalui media seperti leaflet, presentasi visual, video animasi, dan alat peraga. Materi mencakup kampanye informasi obat, pengenalan bentuk obat, praktik pembuatan puyer, edukasi cuci tangan dan sikat gigi, pengelolaan sampah, serta sosialisasi mengenai anemia, pemeriksaan payudara (SADARI & SADANIS), dan gizi seimbang. Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan pretest dan posttest yang dianalisis secara deskriptif untuk melihat peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan peningkatan skor posttest di seluruh kegiatan, serta tingginya antusiasme peserta saat praktik. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif yang komunikatif, berbasis praktik, dan kontekstual efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan dan menerapkan PHBS secara mandiri.
Copyrights © 2025