Kompetensi pembelajaran IPS dibagi kedalam empat bagian yang saling berkesinambungan, yakni spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan. Demi tercapainya kompetensi tersebut, usaha yang dapat dilakukan adalah dengan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi. Pemilihan variasi media pembelajaran ini berlandaskan manfaat dan fungsinya yakni sebagai alat komunikasi antara guru dan peserta didik. Ketika komunikasi antara guru dan peserta didik berjalan dengan baik maka pesan dan tujuan pembelajaran lebih mudah dicapai. Penelitian ini mengkaji gambaran penggunaan variasi media dan kompetensi inti pembelajaran IPS serta melihat pengaruh variasi penggunaan media pembelajaran terhadap ketercapaian kompetensi inti pembelajaran IPS. Hasilnya menunjukkan variasi penggunaan media pembelajaran berpengaruh positif terhadap ketercapaian kompetensi inti pembelajaran IPS dengan skor loading factor sebesar 0.46, baik dengan pemanfaatan media cetak, media elektronik, maupun media realita. Ini didukung hasil analisis statistik deskriptif dan uji statistik hipotesis structural equality method (SEM). Secara lebih rinci digambarkan bahwa media cetak paling sering dipergunakan guru dengan persentase sebesar 94%, sedangkan jenis media yang paling berpengaruh pada ketercapaian kompetensi inti adalah media realita dengan skor loading factor sebesar 0.876. Sedangkan kompetensi inti yang paling tercapai dengan pemanfaatan variasi penggunaan media pembelajaran adalah kompetensi spiritual dengan persentasi sebanyak 97.9%, sedangkan berdasarkan pengujian statistik kompetensi keterampilanlah yang paling dipengaruhi variasi media pembelajaran, dengan skor loading factor sebesar 0.899.Kata Kunci: Variasi Media Pembelajaran, Kompetensi Inti, Pembelajaran IPS
Copyrights © 2016